Hewan Khas Kalimantan Yang Eksotis

Hewan Khas Kalimantan Yang Eksotis

Hewan Khas Kalimantan Yang Eksotis – Pulau Kalimantan adalau pulau yang masih banyak sekali cagar alam bebas yang masih terjaga. Tentunya dengan adanya cagar alam yang luas dan terjaga, banyak juga kekayaan flora dan fauna didalamnya. Pulau kalimantan ini juga banyak dilirik oleh mata dunia, yang ingin sekali mengeksplor kekayaan dari hutan-hutan yang ada di Kalimantan ini. Terlebih lagi yang seperti kita tau, ada beberapa hewan endemik yang ada di Pulau Kalimantan ini. Yang pastinya tidak ada di bagian pulau maupun negara manapun.

Hewan Khas Kalimantan Yang Eksotis

info lainnya : kooratna

Yang pastinya kita juga harus menjaga kelestariannya, agar cucu dan cicit kita bisa melihat mereka. Karena populasi mereka setiap tahunnya menurun, para pekerja penjaga kelestariannya pun selalu bilang kalau hewan endemik asal Kalimantan ini sudah mengalami penguragan populasi yang sangat drastis. Dengan bantuan oleh beberapa komunitas pecinta hewan dunia, semoga kelestarian dari hewan-hewan endemik ini bisa kembali normal dan meningkat.

Karena tentu saja hewan endemik ini sangat lah unik dan pastinya harus kita jaga dan rawat baik-baik. Hewan endemik ini juga bisa menjadi ciri khas kita sebagai pemilik wilayah ini. Dan juga menjadi daya tarik bagi para pecinta flora dan fauna dalam mengexplore.

Pasti kalian ingin tau kan hewan apa saja yang yang khas dan juga menjadi hewan endemik dari pulau Kalimantan ini.

Hewan Endemik Kalimantan :

1. Beruang Madu

Beruang madu yang bernama latihn Helarctos Malayanus merupakan salah satu jenis beruang yang bertubuh kecil. Ukuran panjang hewan ini hanya sekitar satu sampai satu setengah meter. Berat beruang madu pun hanya berkisar 50 hingga 65 kilogram yang tentunya berbeda, dengan jenis-jenis beruang lain yang bisa memiliki berat hingga ratusan kilogram. Walau bernama beruang madu, hewan ini tidak hidup dengan hanya memakan madu, ya. Beruang madu adalah jenis hewan omnivora atau pemakan segala. Beruang madu bisa memakan buah dan larva lebah yang ada di dalam sarangnya.

Saat makan buah, beruang madu akan menelan secara utuh, dan biji akan mereka keluarkan melalui kotoran. Karena itu, beruang madu memiliki peranan penting untuk menyebarkan biji tumbuhan di hutan. Beruang madu lebih banyak ditemukan di pepohonan dengan ketinggian sekitar dua hingga tujuh meter dari permukaan tanah. Hewan ini juga akan tidur dan membuat sarang di atas pohon. Sebenarnya beruang madu ini bisa juga ditemui di Sumatera. Banyaknya perburuan liar membuat beruang madu menjadi hewan langka yang dilindungi.

2. Bekantan

Hewan endemik selanjutnya adalah bekantan yang memiliki nama latin Nasalis Lavatus dan merupakan hewan langka. Ciri khas dari hewan ini adalah hidung yang berukuran besar dan bulu berwarna cokelat kemerahan. Hal yang unik dari hewan ini adalah beragam ekspresi yang bisa mereka keluarkan. Saat sedang marah atau senang, hidung bekantan akan membengkak dan berubah warna menjadi merah. Sedangkan saat berada dalam bahaya, bekantan akan mengeluarkan suara keras seperti kelakson mobil dan hidung hewan ini akan menonjol lurus. Hidung bekantan ini memang memiliki fungsi sebagai resonator atau alat yang menghasilkan gema. Sehingga dengan bantuan hidungnya, bekantan bisa bersuara keras.

Bekantan ini termasuk jenis hewan yang hidup secara berkelompok. Bahkan mereka bisa hidup dalam kelompok besar, sekitar 60 hingga 80 ekor tediri dari pejantan dan betina. Keunikan lain dari hewan ini adalah, adanya kerja sama antar betina dalam merawat anak. Anak yang baru lahir bisa mereka urus lebih dari satu betina yang ada di dalam satu kelompok. Setelah berusia satu tahun, barulah anak bekantan itu akan lepas dari sang ibu. Kini bekantan menjadi salah satu hewan yang dilindungi karena jumlahnya yang terus berkurang. Pada tahun 1994 jumlag bekantan di Kalimantan sekitar 114.000, namun jumlah ini terus berkurang. Di tahun 2004 jumla bekantan hanya sekitar 25.000 ekor saja. Jadi kita tentu harus menjaga kelestarik dari hewan bekantan ini.

3. Burung Raja Udang Kalung Biru

Burung raja-udang kalung-biru tersebar di tiga pulau besar yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Dari tiga lokasi tersebut terdapat dua spesies berbeda yaitu Alcedo euryzona euryzona di wilayah Jawa dan Alcedo euryzona peninsulae berada di wilayah Sumatera dan Kalimatan. Hewan ini memiliki tubuh, sekitar 18 cm dengan bulu berwarna biru tua dan putih. Jenis burung ini juga memiliki mahkota, kepala, dan sayap yang berwarna kebiruan gelap.

Selain itu, hewan ini memiliki garis dada, bulu punggung, dan ekor berwarna biru muda. Garis dada pada burung ini hanya bisa ditemukan pada spesies yang ada di Kalimantan dan Sumatera saja. Lalu pada bagian telinga, tenggorokan, dan perut memiliki warna keputih-putihan. Burung kecil ini hidup dengan memakan ikan, serangga, dan reptil kecil. Hewan pemalu ini suka berdiam diri di sekitar sungai berbatu di hutan hujan tropis atau hutan mangrove, dengan ketinggian 1250 meter di atas permukaan laut (mdpl). Populasi hewan ini sekarang sudah sangat berkurang, sehingga menjadi hewan yang sangat pemerintah lindungi. Nah, itu tadi tiga fauna endemik Kalimatan yang berstatu langka dan dilindungi.