Mengenal Hewan-Hewan Asli Eropa

Mengenal Hewan-Hewan Asli Eropa

Mengenal Hewan-Hewan Asli Eropa – Ketika kita membahas tentang hewan Eropa pastinya terlintas pada otak kita tentang hewan beruang, atupun hewan yang hidup pada tempat bersalju. Padahal tidak semua hewan yang ada di eropa hidup pada tempat bersalju. Tetapi ada keunikan hewan-hewan eropa ini dalam beradaptasi dengan lingkungan. Seperti contohnya yaitu beruang ketika musim salju turun, mereka sebelum itu memburu makanan sebanyak-banyaknya untuk berhibernasi agar tidak kelaparan ketika salju mulai lebat.

Mengenal Hewan-Hewan Asli Eropa

info lainnya : kooratna

Saat kita membahas konteks hewan juga pastinya kita juga terfikirkan tentang hewan-hewan buas dari Amerika Selatan maupun Afrika. 2 benua itu sangat terkenal akan keaneka ragaman fauna nya. Tapi benua Eropa pun tidak kalah menarik jika kita bahas tentang faunanya. Ada beberapa hewan endemik juga yang pastinya mempunyai keunikannya tersendiri. Pasti kalian penasaran kan, hewan apa sajakah mereka. Yuk mari kita simak.

Hewan-Hewan Asli Eropa :

1. Bison Eropa

Bison Eropa, nama ilmiahnya Bison bonasus, juga terkenal sebagai wisent atau zubr secara lokal. Mereka diburu hingga punah pada awal abad ini -populasi terakhir ditembak mati di Hutan Białowieża pada tahun 1919 dan Kaukasus Barat pada tahun 1927. Namun berkat upaya konservasi, mereka kini telah terselamatkan dari ambang kepunahan total di daerah lain dan sedang diperkenalkan kembali ke habitat mereka di seluruh benua. Mereka dapat kalian temukan pada daerah Eropa barat, tengah, dan tenggara.

2. Beruang Coklat

Meski raksasa ini telah lama punah di Irlandia dan Inggris, beberapa populasi masih berkeliaran di beberapa bagian Eropa termasuk Balkan dan Pegunungan Carpathian. Populasi kecil juga dapat kalian temukan pada daerah Pyrenees, Pegunungan Alpen, dan Apennines. Mempunyai nama ilmiah Ursus arctos, beruang coklat Eropa kebanyakan berada pada daerah Eurasia. Meski beruang coklat secara umum tidak terdaftar sebagai hewan terancam punah, habitatnya terus menyusut akibat ulah manusia. Banyak dari mereka menjadi korban perburuan besar-besaran.

3. Katak Pohon Eropa

Hyla arborea, umumnya terkenal sebagai katak pohon Eropa, adalah spesies katak pohon kecil yang hanya dapat tumbuh antara tiga hingga lima sentimeter. Mereka mendiami hutan pulau dan vegetasi lebat pada dataran banjir, sekitar rawa, tepian sungai, dan tepi danau seluruh Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Mereka terdaftar sebagai spesies Least Concern di IUCN Red List alias tidak terancam punah, tetapi populasi mereka tampaknya menunjukkan penurunan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir terutama karena hilangnya habitat.

4. Pecuk Eropa

Pecuk Eropa, nama ilmiah Phalacrocorax aristotelis, adalah burung berleher panjang seukuran angsa. Mereka dapat kita temukan pada daerah Eropa – Norwegia, Yunani, Ukraina, Islandia, dan Portugal. Di Inggris, populasi ditemukan di pantai Wales dan Inggris Barat Daya (terutama Devon dan Cornwall). Telah terjadi penurunan populasinya meskipun saat ini tidak dianggap terancam punah dan berstatus Least Concern.

5. Martes Pinus Eropa

Martes Pinus Eropa, nama ilmiah Martes martes, juga terkenal sebagai sweet marten. Berasal dari Eropa Utara, hewan lincah kecil ini juga dapat kalian temukan pada daerah hutan Eropa Tengah serta beberapa bagian Asia. Di Inggris, mereka kebanyakan dapat ditemukan di Skotlandia tetapi beberapa tinggal di beberapa daerah di Inggris. Meski International Union for Conservation of Nature, menganggap hewan-hewan ini stabil dan tidak menjadi perhatian di sebagian besar Eropa, populasi di Inggris menyusut dengan cepat sehingga hanya tersisa sedikit populasi di hutan Wales dan Inggris utara.

6. Kadal Hijau Eropa

Kadal besar yang biasa terkenal dengan kadal hijau Eropa ini, nama ilmiahnya Lacerta viridis, berhabitat hampir seluruh Eropa. Hewan ini asli Eropa Tenggara tetapi juga dapat kalian temukan di Austria Timur, Jerman, Hongaria, Italia, Kroasia, Serbia, Albania, Rumania, Ukraina, dan Yunani di antara daerah-daerah lainnya. IUCN mencantumkan kadal hijau Eropa sebagai Least Concern karena populasi besar masih berkembang di alam liar di seluruh Eropa saat ini.

7. Lynx Eurasia

Kucing berukuran sedang ini, dengan nama ilmiah Lynx lynx, adalah predator terbesar ketiga di Eropa setelah beruang coklat dan serigala. Lynx dapat kita temukan pada daerah Eropa Utara, Tengah, dan Timur serta Asia Tengah dan Siberia, Dataran Tinggi Tibet, dan Himalaya. Pada awal abad ini, hewan-hewan ini telah punah di beberapa bagian Eropa karena perburuan yang tidak tanggung-tanggung dan perusakan habitat. Meskipun upaya repopulasi telah membawa mereka kembali ke negara-negara seperti Swiss meskipun hingga saat ini, populasi mereka tetap kecil.

8. Rajawali Totol

Rajawali totol atau Greater Spotted Eagle, nama ilmiahnya Aquila clanga, adalah hewan liar yang bermigrasi yang hidup di seluruh Eropa dan bermigrasi ke Timur Tengah dan Asia selama musim dingin. Mereka termasuk golongan sebagai hewan terancam punah dengan kurang dari 1000 pasang yang tersisa di alam liar. Sekitar 16% populasi Eropa ada di Belarusia dan 4% di Ukraina, menurut kelompok konservasi satwa liar Polesia Wilderness Without Borders.

9. Viper Eropa

Vipera berus umumnya dikenal sebagai adder Eropa atau viper Eropa umum adalah salah satu ular paling berbisa di alam liar. Meskipun begitu mereka tidak terlalu berbahaya karena mereka hanya menggigit saat merasa terancam. Mereka sebagian besar tinggal di Utara Lingkaran Arktik di Eropa, Eropa Barat, dan Asia Timur dan merupakan satu-satunya ular berbisa asli Inggris menurut Komisi Kehutanan Inggris. Meskipun mereka terdaftar sebagai spesies yang tidak menjadi perhatian oleh IUCN, di Inggris spesies ini dilindungi karena diyakini menghadapi kepunahan dan dapat menghilang pada tahun 2032 jika tidak ada intervensi yang dilakukan.

10. Moose

Moose Eropa, nama ilmiah Alces alces, terkenal sebagai elk pada bagian seluruh Eropa. Mereka dapat ditemukan di seluruh Swedia, Latvia, Finlandia, Estonia, serta beberapa bagian Balkan, Italia, dan Polandia. Untungnya elk tidak dianggap terancam punah menurut Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) karena populasinya berkembang pesat di banyak bagian dunia. Meskipun di Eropa beberapa populasi menyusut terutama karena perburuan. Banyak yang ditembak mati atau tertabrak mobil di jalan-jalan di Eropa Tengah.