Tips Memberikan Nama Pada Anak Menurut Islam

Tips Memberikan Nama Pada Anak Menurut Islam

Tips Memberikan Nama Pada Anak Menurut Islam – Nama, tentunya sangat universal sekali ketika kita membahas nama. Bisa saja nama orang, nama perusahaan, nama jalan,dll. Tentunya setiap nama pastinya memiliki arti yang baik. Tidak lain juga seperti halnya nama pada manusia, pasti nya setiap nama mempunyai arti yang mendalam, yang tentunya orang si orang tua ingin anaknya seperti apa yang ada pada namanya. Contohnya seperti memberikan nama Muhammad pada anaknya, pastinya ingin mempunyai anak yang memiliki sifat seperti halnya sang Rasul. Walaupun tidak bisa sesempuna sang Rasul setidaknya mempunyai sifat yang mendekatinya.

Tips Memberikan Nama Pada Anak Menurut Islam

info lainnya : kooratna

Orang tua tentunya juga tidak sembarangan memberikan nama, sekalipun mereka memberikan nama yang singkat pastinya memiliki arti. Pada era modern ini banyak sekali orang-orang memberikan nama kepada anaknya sesuai dengan orang-orang sukses diluar sana. Seperti orang tua yang sangat menyukai sepak bola, lalu menamai anaknya Saiful Beckham. Itu juga termasuk doa yang menginginkan kalau anaknya ini menjadi orang hebat seperti David Beckham.

Tapi bagi kalian orang muslim, ada tips untuk memberikan nama pada anak kalian. Tentunya bisa membantu kalian ketika memberi nama anak kalian agar kalian tidak bingung. Dan tentunya karena adanya arahan agama pastinya inshaallah menjadi nama yang baik.

Karena sepertinya cukup menarik, yuk kita bahas tentang tips memberikan nama pada anak menurut islam.

Tips Memberikan Nama Pada Anak Menurut Ajaran Islam :

1. Memberikan Nama Pada Waktu Yang Tepat

Dalam memberikan nama menurut ajaran Islam, waktu ketika memberikan nama juga merupakan faktor yang penting. Dalam sebuah hadis dari Abu Musa yang diriwayatkan oleh Iman Bukhari menyebutkan:

“Anak laki-lakiku lahir, kemudian aku membawanya kepada Nabi SAW dan beliau lalu memberinya nama Ibrahim (anak tertua Abu Musa), beliau menyuapinya dengan kunyahan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan, setelah itu menyerahkannya kepadaku.”

Maksud dari hadis tersebut adalah Nabi Muhammad SAW memberikan nama anak segera setelah ia terlahirkan ke dunia. Beberapa pendapat lain mengatakan jika waktu yang baik untuk memberikan nama kepada anak adalah segera setelah lahir sampai hari ketiga dan pada hari ketujuh bayi setelah lahir. Tentunya banyak presepsi untuk hal ini, tinggal kalian ingin mengikuti pendapat yang mana, yang menurut kalian benar.

2. Memberikan Nama Yang Baik

Nama menjadi doa dan harapan kelak ketika bayi tersebut dewasa. Oleh karenanya penting sekali memberikan nama dengan makan dan arti yang baik kepada seorang anak. Kalian bisa mengambil kata dari Al-Quran yang memiliki makna sesuai dengan harapan yang ingin dicapai anak tersebut. Contohnya seperti nama Kamila, banyak yang menggunakan nama ini, nama ini memiliki arti sempurna. Kamila muncul dalam QS Al Baqarah ayat 196.

3. Jangan Memberikan Nama Yang Allah Benci

Selanjutnya yakni jangan memilih nama anak dari nama-nama yang dibenci oleh Allah SWT. Nama tersebut misalnya berdasarkan nama para dewa, matahari, berhala dan nama yang memuja sesuatu. Selain itu, memberikan nama anak yang bisa membuat perselisihan antar saudara juga makruh hukumnya. Maksudnya, yakni nama tersebut berpotensi menjadi olok-olokan bagi anak ke depannya. Contoh nama yang dibenci Allah adalah memberikan nama yang mengandung unsur persekutuan allah, seperti berhala atau pun dewa, misalnya seperti Uzza, Uzza adalah nama berhala pada zaman era Rasulullah. Tentunya saja Allah tidak menyukainya, maka dari itu jangan lah kalian memberikan nama yang Allah benci agar Allah menyayangi serta melindungi anak kalian.

Seperti disebutkan dalam QS. Al-A’raf:180 yang artinya:

“Dan bagi Allah adalah nama-nama terbaik, jadi mintalah kepada mereka oleh mereka. Dan tinggalkanlah (rombongan) orang-orang yang melakukan penyimpangan tentang nama-nama-Nya. Mereka akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka lakukan.”

4. Cobalah Memberikan Nama Nabi Ataupun Rasul Dan Juga Asmaul Husna

Salah satu nama yang paling baik kalian gunakan adalah nama sifat Allah SWT atau asmaul husna dan nama-nama Nabi/Rasul. Namun, jangan memberikan nama bayi yang kalian ambil dari Asmaul Husna jika sifat itu hanya milik Allah SWT. Misalnya, Al-Khalik (Maha Pencipta), Ar-Raziq (Maha Permberi Rizeki), Ar-Rabb (Maha Pemelihara), Ar-Rahman (Maha Pengasih) atau yang serupa dengannya. Berbeda halnya dengan nama Nabi/Rasul, anak yang terinspirasi namanya dari sosok-sosok itu setidaknya menjadi harapan untuk mengikuti jejak dan kepribadian baik mereka. Oleh karenanya, di Indonesia nama Rasoullah SAW yakni Muhammad serta nama Nabi yang lain seperti Ibrahim, Musa hingga Ismail umum digunakan sebagai nama bayi.

5. Jangan Memberikan Nama Yang Buruk Untuk Anak

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Rosulullah SAW pernah bersabda :

“Sesungguhnya nama yang paling dibenci oleh Allah adalah seseorang yang bernama Malakul Amlak (raja diraja).”

Maksud dari hadis itu yakni dalam memilih nama bayi harus kalian pastikan arti, makna dan tujuannya menurut Islam. Hindari menggunakan nama dengan arti buruk dan berdampak pada kehidupannya kelak. Salah satu contoh namanya adalah Balqis (ketua jin), Harb (perang), Zaqwan/Zaquan (anak jin) dan sebagainya. Berlomba memberikan nama bayi yang unik kini semakin populer. Meski begitu jangan sampai memberikan nama bayi yang tidak baik dan tidak sesuai dengan ajaran Islam ya.