Fakta Unik Dan Mengerika Dari Korea Utara

Fakta Unik Dan Mengerika Dari Korea Utara – Korea utara, ketika kita mendengarnya pasti terlintas tentang negara komunis. Negara komunis satu ini juga termasuk negara yang sangat tertutup. Tidak memiliki celah akses yang mudah untuk memasukinya. Banyak turis datang berkungjung ke negara ini karena ingin mengetahui apa saja yang ada di Korea Utara ini. Mereka pun mendapati alam yang masih asri serta penduduk yang ramah. Tetapi tentu saja banyak sekali peraturan yang tidak boleh kalian langgar. Karena mereka akan menindak lanjutinya secara hukum mereka. Jadi jika kalian ingin mencoba untuk tour ke Korea Utara ini, kalian sebisa mungkin harus mematuhi peraturan yang ada agar perjalanan kalian aman dan menyenangkan.

Fakta Unik Dan Mengerika Dari Korea Utara

info lainnya : kooratna

Di balik itu apakah kalian tau, kalah negara Korea Utara ini memiliki sisi gelap dan juga pemikiran yang sangat militer. Sejak tertutupnya negara Korea Utara ini, tentunya menjadi sebuah misteri tentang apa yang pemerintahan Korea Utara ini lakukan. Pastinya semua yang pemerintahan Korea Utara lakukan ini tidak sembarang orang bisa mengetahuinya. Tapi ada beberapa fakta yang sangat menarik tentang Korea Utara ini yang pastinya bisa untuk menambah wawasan kalian. Yuk kita simah pembahasannya.

Fakta Unik Dan Mengerikan Korea Utara

1. Strata Sosial

Korea Utara memang dikenal oleh negara lain sebagai satu-satunya negara yang menganut teori masyarakat sosialis yang egaliter. Korea Utara membagi penduduknya menjadi tig akelas sosial, yaitu royal atau kelas atas, yang terdiri atas keluarga pahlawan perang. Kedua, kelompok biasa dan kelompok tidak loyal yang lebih memihak kepada Jepang sebelum perang dunia kedua atau anggota keluarganya yang melarikan diri dari Korea Utara. Perang bersama dengan kelompok tidak loyal dipaksa bekerja dari pertambangan dan pertanian. Sehingga mereka akan memberikan penghasilan terhadap negara. Walaupun telah tersiksa, tapi banyak masyarakat Korea Utara yang kabur dan melarikan diri ke negara lain yang dekat dengan Korea Selatan.

2. Tidak Bisa Selfie

Bila kamu sedang berlibur ke Korea Utara, jangan harap kamu dapat memotret dengan santai atau mengambil foto di berbagai area dengan memakai kamera video. Karena, bila kamu ketahuan mengambil foto tanpa seizin dari pihak yang bersangkutan, maka kamu bisa dijatuhi hukuman yang cukup berat oleh pemerintah setempat. Korea Utara adalah salah satu negara yang tidak membebaskan negaranya terekspos dari negara luar. Sehingga, bagi siapa saja yang datang ke Korea Utara sangat dilarang untuk memotret atau mengambil video secara sembarangan. Terutama mengabadikan berbagai kegiatan masyarakat Korea Utara dan pemerintahannya.

3. Model Rambut

Ini mungkin terdengar aneh untuk masyarakat di luar Korea Utara lantaran ketika kamu berada di negara tersebut tidak bisa sembarangan mengganti model rambut seperti yang sering dilakukan di Indonesia. Kamu hanya bisa memilih satu dari 28 model rambut yang telah disediakan. biasanya model rambut yang paling banyak digunakan mirip seperti model rambut Kim Jong Un.

4. Mata Uang Korea Utara

Fakta mengejutkan berikutnya adalah mata uang Korea Utara. Negara ini menggunakan mata uang Won dari Yuan China dan Yen dari Jepang. Hal ini dipakai untuk mengontrol usaha pasar swasta. Tahun 2009, Korea Utara menilai kembali uang dengan uang kertas seribuan jadi uang kertas 10 Won. Selain itu, Korea Utara juga membatasi dengan ketat jumlah mata uang lama yang akan dipakai. Gerakan tersebut nyatanya efektif untuk merusak berbagai rekening tabungan orang. Tapi, di sisi lain Korea Utara juga sedang menyeimbangkan keuangan yang mereka punya.

5. Padat Penduduk

Bulan Juli 2010, penduduk Korea Utara berjumlah sekitar 25 juta orang yang menjadikan negara Ini sebagai negara dengan penduduk terbanyak ke-54 di dunia. China adalah negara dengan penduduk terbanyak di dunia yang mencapai 1,4 miliar orang dan Amerika Serikat menduduki posisi ketiga terbanyak. Tentunya hal ini cukup mencengangkan, mengingat negara tersebut masuk ke dalam negara yang cukup kecil dan tertutup mengenai informasi kependudukannya. Selain itu, banyak informasi yang membicarakan bahwa Korea Utara memang tidak melakukan pengontrolan angka kelahiran.

6. Menyembah Kim Jong-II

Negara ini menyatakan diri sebagai salah satu negara komunis. Akan tetapi, Korea Utara secara resmi menyembah Kim Jong-Il, pemimpin de facto Korea Utara. Pemimpin resminya adalah Kim Il-Sung yang merupakan ayahnya dan sudah meninggal sejak tahun 1994. Berdasarkan penuturan masyarakat Korea Utara, Kim Il-Sung lahir di Gunung Paektu layaknya Dewa Mistis. Karena gunung tersebut adalah gunung keramat.

7. Tak Merayakan Natal

Korea Utara adalah salah satu negara yang tidak merayakan Natal atau perayaan Christmas. Karena seperti yang telah kita bahas di atas, negara ini masuk ke dalam paham komunis yang tidak meyakini berbagai agama yang ada di dunia. Sebagai gantinya, masyarakat Korea Utara memperingati hari kelahiran Presiden Kim Jong-Il tanggal 24 Desember setiap tahun.

8. Bendera Korea Utara

Bendera Korea Utara sudah dipakai sejak tahun 1948 yang bergambar bintang merah di dalam pita merah besar serta dua pita putih dan biru yang lebih tipis di atas dan bawahnya. Bintang merah tersebut memperlihatkan sosialisme, pita merah memperlihatkan revolusi, dan untuk pita putih memberikan arti kesucian, kekuatan, dan gengsi. Sementara itu, untuk pita biru memperlihatkan kedaulatan, kedamaian, dan juga persahabatan. Bendera ini termasuk ke dalam salah satu bendera yang selalu berkibar di seluruh penjuru negara. Sehingga bila kamu berkunjung ke negara ini akan sangat mudah menemui bendera negaranya.

9. Terowongan Rahasia

Fakta mengejutkan Korea Utara berikutnya adalah pernah membuat terowongan untuk memata-matai negara tentangganya, Korea Selatan tahun 2014 lalu. Cara membuat terowongan yang sampai ke Korea Selatan ini akhirnya diketahui oleh Korea Selatan. Tapi, Korea Utara terus beralasan bahwa pembuatan terowongan tersebut atas dasar pencarian batu bara. Di sisi lain, terowongan ini juga menjadi jalur masyarakat Korea Utara sebagai jalan untuk kabur.