Hewan Langka Yang Terungkap Dari Laut Dalam

Hewan Langka Yang Terungkap Dari Laut Dalam – Jika kita membahas tentang laut dalam mungkin akan terlintas tentang makhlus buas. Hewan-hewan laut yang tentu nya sangat jarang sekali kita lihat. Bahkan banyak peneliti pun yang mungkin sangat sulit untuk bertemu dengan mereka. Karena seperti yang kita tau, kedalaman dalam laut memiliki tekanan yang sangat kuat. Bahkan tubuh manusia pun bisa hancur hanya karena tekanannya saja.

Hewan Langka Yang Terungkap Dari Laut Dalam

info lainnya : kooratna

Dalam sebuah penelitian pada kedalaman 500 meter saja manusia yang tanpa alat bantu akan mengalami tekanan seperti tertekan 25 traktor. Wow, pastinya tidak akan ada yang tahan. Maka dari itu pastinya sangat sulit sekali meneliti kedalaman laut. Sampai-sampai teknologi terkini pun belum ada yang berhasil sampai kedalam laut yang sangat dalam. Hanya sampai 1/2 dari kedalaman laut saja.

Tetapi ada beberapa makhluk yang mendapati terlihat dalam sebuah penelitian. Tentunya ini sangat menarik sekali untuk kita bahas, bukan hanya seru tentunya juga menambah wawasan kita dalam pengetahuan laut. Yuk kita simak.

Hewan Langka dari Laut Dalam

1. Cumi-Cumi Vampir

Cumi-cumi vampir (Vampyroteuthis infernalis) adalah jenis cephalopoda yang menghuni kedalaman laut antara 2.000 dan 4.000 kaki. Mereka memiliki kulit coklat kemerahan dan mata biru besar berbentuk piring. Dan juga memiliki panjang 10 cm dan juga berat 448 gram.

Tidak seperti kebanyakan cumi-cumi, cumi-cumi vampir tidak memiliki kantung tinta pertahanan. Sebaliknya, cumi-cumi ini melebarkan lengan dan jaringnya dalam posisi bertahan dan menggunakan photophores (organ pemancar cahaya) di ujung lengan dan sirip mereka untuk membingungkan pemangsa. Ketika mangsa bingung, mereka pun melarikan diri dengan cepat.

2. Pink see-through fantasia

Namanya terdengar unik bukan? Pink see-through fantasia adalah spesies teripang tembus pandang berwarna merah muda. Mulut, anus, dan ususnya semua terlihat dari luar. Teripang ini ditemukan sekitar 1,5 mil jauhnya di Laut Sulawesi, di Pasifik barat, timur Kalimantan.

Para peneliti mendapati pink see-through fantasia jumlahnya hanya sedikit di dunia. Meskipun begitu, mereka punya taktik bertahan hidup yang menunjukkan evolusinya yang cukup lama, yaitu bioluminesensi untuk menangkal mangsa.

Biolumenensi adalah kemampuan makhluk hidup mengeluarkan cahaya dari dalam tubuhnya sendiri dengan reaksi kimia tertentu. Supaya para predator nya menjauhi nya ketika mereka berevolusi. Karena hewan laut dalam tidak begitu menyukai cahaya sehingga hewan ini bisa dengan tenang berevolusi.

3. Ikan Kodok

Jika menyelam di laut dalam, mungkin kamu tidak akan menyadari keberadaan makhluk yang satu ini. Ya, ikan kodok adalah spesies yang dapat menyamar dengan lingkungan di sekitarnya, terutama terumbu karang. Cara memangsa hewan ini juga sangatlah unik. Seperti bermain petak umpat, dia menunggu sampai mangsanya datang, dan langsung di sergap dengan cepat.

Jenis anglerfish ini bentuknya menyerupai spons atau batu yang tertutup ganggang dengan berbagai warna. Mereka juga punya cara bergerak yang aneh. Meskipun bisa berenang, kebanyakan berjalan menggunakan sapanjang siri dada mereka yang telah berevolusi menjadi anggota badannya.

4. Belut Pita

Satu lagi spesies makhluk laut dalam yang ditemukan di Indonesia adalah belut pita. Belut pita biasanya terlihat bersarang di liang di sekitar terumbu karang. Mereka hidup di perairan Indonesia, Afrika Timur, Jepang bagian selatan, Australia, dan Polinesia Prancis.

Belut pita muda berwarna hitam, dengan strip kuning pucat di sepanjang siripnya. Ketika mulai tumbuh, warnanya mengalami transisi ke warna biru dan kuning cerah.

Selain warnanya yang unik, belut pita termasuk dalam hermafrodit protrandic yang berarti mereka mengubah jenis kelamin dari jantan menjadi betina beberapa kali sepanjang hidup mereka.

5. Ikan Gigi Taring

Anoplogaster cornuta atau Ikan Gigi Taring bentuknya cukup menyeramkan. Ikan gigi taring memiliki gigi panjang dan runcing yang dengan bentuk mulut oval. Mereka memiliki gigi terbesar dibandingkan dengan ukuran spesies laut lainnya.

Ikan gigi taring adalah karnivora alias pemakan daging. Hewan ini menggunakan giginya yang tajam untuk memakan krustasea, ikan, dan udang. Spesies ini dapat ditemukan di kedalaman laut hingga 16.000 kaki, meskipun paling sering ditemukan di kedalaman antara 1.500 dan 6.500 kaki.

6. Hiu Berjumbai

Hiu berjumbai (Chlamydoselachus anguineus) atau frilled shark ditemukan di kedalaman antara 300 dan 4.500 kaki. Spesies ini diperkirakan ada di seluruh dunia, dari Australia, Jepang, Inggris, dan pantai California. Tetapi mereka jarang menampakkan diri.

Disebut ‘berjumbai’ karena spesies hiu ini memiliki enam insang yang dikelilingi oleh ‘jumbai’ kulit. Hiu berjumbai bergerak lambat dan memakan ikan kecil air dalam, cumi-cumi, dan bangkai, yang mengapung turun dari permukaan laut.

7. Isopoda Raksasa

Isopoda adalah kelompok dari krustasea. Hewan ini yang ditemukan di bawah laut perairan yang dingin dan dalam dapat tumbuh menjadi berukuran sangat besar. Sebuah penemuan di tahun 2010 mengejutkan banyak orang karena ditemukan isopoda raksasa berukuran 2,5 kaki.

Isopoda raksasa ini menyerupai cacing kayu besar. Mereka memakan hewan-hewan mati yang jatuh dari permukaan laut atau lazim disebut omnivora.

Keberadaan isopoda raksasa masih menjadi misteri sejak ratusan tahun lalu. Para peneliti meyakini isopoda raksasa tumbuh begitu besar untuk bertahan hidup karena harus menahan tekanan di dasar laut yang sangat kuat.