Sejarah Singkat Beberapa Candi Terkenal di Indonesia

Sejarah Singkat Beberapa Candi Terkenal di Indonesia – Indonesia adalah salah satu dari negara yang memiliki banyak sekali sejarah di dalamnya. Kerajaan demi kerjaan ada di Indonesia ini. Dari sabang sampai merauke ada banyak sekali kerajaan yang terbangun di Nusantara. Dan pada saat itu rata-rata kerajaan tersebut beragama Hindu dan juga Buddha. Karena 2 agama tersebut lah yang lebih dahulu masuk ke Nusantara saat itu.

Sejarah Singkat Beberapa Candi Terkenal di Indonesia

info lainnya : kooratna

Karena kerajaan-kerajaan zaman dulu adalah beragam Hindu dan Buddha, tentunya banyak sekali bangunan bangunan tua yang penuh dengan seni yang berhubungan dengan Hindu dan juga Buddha. Salah satunya adalah Candi. Seperti yang kita tau, Indonesia memiliki banyak sekali candi di setiap daerah. Sampai salah satu yang terbesar nya adalah Candi Borobudur yang menjadi salah satu 7 keajaiban dunia.

Karena itulah kita sebagai warga negara yang cinta akan sejarah, kita harus merawat bangunan-bangunan tua tersebut agar anak cucu kita bisa mengenali sejarah-sejarah yang negara kita ini miliki. Untuk kali ini seperti nya kalau kita membahas tentang sejarah singkat setiap Candi yang ada di Indonesia sepertinya sangat menarik. Yuk boleh kalian simak, untuk menambah wawasan kalian juga.

Sejarah Singkat Candi di Indonesia

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah candi budha yang berada di Magelang, Jawa Tengah yang memiliki bentuk stupa yang mendirikannya adalah para penganut Budha Mahayana. Borobudur telah mempunyai perkiraan ada sekitar tahun 800 an Masehi di masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Susunan bangunan candi Borobudur terdiri dari enam teras bujur sangkar tiga pelataran melingkar di atasnya.

Pada dinding candi Borobudur ada 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Bangunan candi ini dimahkotai stupa utama terbesar yang terletak di tengah dan dikelilingi oleh tiga barisan melingkar berjumlah 72 stupa. Candi utama dikelilingi oleh candi-candi kecil berisi arca buddha yang tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra Dharmachakra mudra.

Borobudur merupakan model alam semesta yang menjadi bangunan untuk tempat suci yang memuliakan Buddha. Selain itu candi ini juga bisa berguna sebagai tempat ziarah untuk umat manusia sesuai dengan ajaran Buddha yang mengalihkan alam nafsu duniawi manusia menuju pencerahan dan kebijaksanaan. Peziarah biasanya akan masuk candi dari sisi timur dan memulai ritualnya dengan cara berjalan melingkari candi searah jarum jam.

Peziarah kemudian akan terus naik ke undakan berikutnya melewati tiga bagian atau tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha yang memiliki makna, yakni kamadhatu, Rupadhatu, dan arupadhatu.

Selama ritual, peziarah akan melihat kurang lebih 1.460 panel relief yang terukir di dinding dan pagar candi Borobudur. Berikut ini rekomendasi buku Gramedia yang bisa Grameds baca untuk mengetahui apa-apa saja yang ada di sekitar candi Borobudur.

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu yang berada di desa prambanan, antara perbatasan Jawa Tengan dan Yogyakarta. Bangunan ini mempunyai perkiraan telah ada sejak abad ke-9 masehi dan bangunan ini menjadi persembahan untuk keberadaan Trimurti, yakni Brahmana, Wisnu, dan Siwa.

Candi Prambanan sebenarnya memiliki nama asli Siwagrha yang dalam bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’ berdasarkan prasasti Siwagrha. Terdapat arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter di ruang utama (garbagriha) candi ini yang memperlihatkan bahwa di candi Prambanan ini dewa Siwa lebih prioritas.

Selain jadi salah satu  keajaiban dunia berdasarkan Situs Warisan Dunia UNESCO, candi ini juga jadi candi di Asia Tenggara yang terindah. Arsitektur candi Prambanan memiliki bangunan yang tinggi dan ramping seperti arsitektur Hindu lainnya. Candi utama berupa candi Siwa sebagai dengan tinggi  47 meter di tengah-tengah kompleks candi yang lebih kecil lainnya.

Candi Prambanan diperkirakan ada pada tahun 850 masehi berdasarkan  prasasti Siwagrha. Kemudian candi ini terus berkembang di  masa kerajaan Medang Mataram saat pemerintahan Balitung Maha Sambu.

3. Candi Dieng

Candi Dieng adalah candi warisan Mahakarya Abad ke 7 Dari Dinasti Sanjaya yang berada  di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Sebelumnya ada sekitar 400 candi yang pernah ada di komplek candi ini. Itulah sebabnya daerah Dieng tempat kumpulan Candi ini biasa terbilang juga sebagai Kompleks Candi Hindu Jawa.

Bukti Prasasti yang selama ini para peneliti temukan di sana menunjukkan kompleks candi ini sudah ada sejak abad ke- 8 dan 9 masehi sebagai. Kompleks candi dibangun sebagai perwujudan dari masyarakat atas kebaktian kepada Dewa Siwa dan Sati Siwa atau sang istri Siwa.

Selanjutnya Kelompok Kelima adalah bangunan untuk tempat tinggal atau settlement site.Yang saat ini hanya terlihat sisa-sisa puing-puingnya saja di sekitar komplek candi Arjuna. Sedang dalam proses pelestarian, baru-baru ini juga ada temuan komplek candi yang lain, yakni Candi Setyaki.

4. Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo merupakan cagar budaya peninggalan candi dari ajaran Hindu di Indonesia. Yang terletak di desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, provinsi Jawa Tengah.

Bangunan Candi ini berada di lereng Gunung Ungaran dengan sembilan buah candi yang berada di tempat yang berbeda-beda dengan jarak yang lumayan jauh.

Raffles adalah penemu Candi Gedong Songo pertama kali pada tahun 1804 dan menjadi peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 atau sekitar tahun 927 masehi.

Candi ini hampir sama dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Letak candi ini berada di ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut. Jadi suhu udara di kompleks ini cukup dingin, berkisar antara 19 hingga 27 °C.

9 candi Gedong Songo yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang menakjubkan.  Di obyek wisata ini juga ada pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang, area perkemahan, wisata berkuda, dan beberapa fasilitas lainnya.