Fakta Menarik Dari Kelinci

Fakta Menarik Dari Kelinci – Kelinci adalah hewan yang terkenal kelucuannya. Dan juga identik sekali dengan sayur wortel. Siapa sih yang tidak gemes dengan hewan yang 1 ini?. Bentuk wajahnya yang lucu, tingkah lakunya yang unik, dan juga cara makan yang menggemaskan. Pastinya bagi para pecinta hewan peliharaan, setuju banget kalau kelinci ini termasuk hewan yang sangat menggemaskan.

Fakta Menarik Dari Kelinci

info lainya : kooratna

Tetapi pasti banyak dari kalian yang belum tau fakta-fakta yang menarik dari keclinci ini yang pastinya bisa buat kalian terkejut. Yuk mari kita simak agar bisa menambah wawasan kalian juga.

Fakta Menarik Dari Kelinci

1. Kelinci bisa hidup hingga 12 tahun

Kelinci sering dikutip memiliki umur sekitar lima tahun. Namun, mereka sebenarnya dapat hidup hingga maksimal 12 tahun.

Jenis kelinci berukuran kecil biasanya hidup lebih lama daripada kerabat mereka yang berukuran lebih besar.

Perkiraan umur yang pendek sering kali disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang kebutuhan mereka dan asumsi bahwa kelinci adalah hewan peliharaan anak-anak.

Tidak jarang kelinci yang dirawat dengan baik hidup sekitar 7-10 tahun, sehingga akan membuatnya menjadi hewan peliharaan dalam jangka panjang.

2. Sebagian kelinci bisa tumbuh besar

Tidak semua kelinci lucu dan mungil. Beberapa spesies, seperti kelinci raksasa Flemish, bisa tumbuh menjadi besar.

Trah kelinci ini adalah yang terbesar di dunia, panjangnya mencapai 75 cm dan beratnya mencapai 11 kg.

Untungnya jenis kelinci ini tidak agresif sehingga membuatnya menjadi hewan peliharaan yang populer.

3. Kelinci membutuhkan teman

Kelinci sangat mudah bersosialisasi, jadi memelihara sepasang kelinci akan sangat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dianjurkan untuk memelihara sepasang kelinci, alih-alih hanya memelihara satu, agar mereka tidak kesepian.

Banyak yang menyarankan kelinci jantan dan betina yang dikebiri akan menjadi pasangan terbaik, tetapi selama dikebiri, kombinasi kelinci apa pun dapat hidup bersama.

Jika memiliki ruang yang mencukupi, kelinci juga dapat dipelihara dalam kelompok yang lebih besar.

Sebagian orang menyarankan memelihara marmot sebagai pendamping kelinci, tetapi sayangnya ini tidak selalu benar.

Meskipun sebagian pasangan kelinci/marmot bisa hidup bersama dengan baik, banyak yang cenderung berkelahi sehingga mengakibatkan cedera.

4. Kelinci berkembang biak dengan cepat

Seekor kelinci siap untuk mulai berkembang biak pada usia 3 hingga 8 bulan.

Begitu mencapai usia tersebut, kelinci bisa produktif selama delapan bulan dalam setahun hingga sisa umur mereka.

Sistem reproduksi kelinci betina tidak mengikuti siklus; sebaliknya, ovulasi dipicu oleh hubungan seksual.

Setelah masa kehamilan 30 hari, kelinci betina akan melahirkan sekitar empat hingga 12 anak.

5. Kelinci memakan kotorannya sendiri

Sebagai bagian dari makanan alami, kelinci memakan jenis tertentu dari kotoran mereka sendiri yang disebut caecotrophs.

Kotoran jenis ini penuh dengan protein dan vitamin B, dan kelinci akan memakannya untuk memaksimalkan nutrisi yang mereka dapatkan dari makanan.

Caecotrophs jauh lebih berkilau dan berbau daripada kotoran kelinci biasa, dan pemilik akan jarang melihatnya karena kelinci akan langsung memakannya.

Jika menemukan banyak caecotrophs di kandang mungkin kelinci sedang mengalami masalah makan.

6. Gigi kelinci tumbuh terus menerus

Gigi kelinci terus tumbuh sepanjang hidup mereka, jadi penting untuk memberi makan sebagian besar rumput yang akan membantu mengikis gigi ke ukuran normal.

Tindakan mengunyah ditambah kandungan silika yang ada di rumput akan secara alami membuat gigi tidak menjadi terlalu panjang.

Kelinci yang tidak cukup makan rumput mudah mengalami penyakit gigi, salah satu masalah kesehatan paling umum pada kelinci.

Gigi yang tumbuh terlalu panjang akan melukai mulut dan lidah sehingga membatasi kemampuan makan kelinci.

7. Wortel bukan makanan pokok kelinci

Sayuran akar seperti wortel bukanlah bagian alami dari makanan kelinci.

Wortel terlalu tinggi gula dan hanya boleh menjadi diberikan sesekali.

Makanan utama kelinci harus rumput (80% dari makanan), ditambah dengan sejumlah kecil sayuran segar (sekitar 15% dari makanan), dan ditambah dengan sekitar 5% makanan pelet berkualitas.

8. Kelinci banyak minum

Kelinci membutuhkan pasokan air yang cukup.

Seekor kelinci yang beratnya 1 kg akan minum air sebanyak anjing yang beratnya 5 kg dalam sehari.

Mangkuk air lebih kelinci sukai daripada botol karena lebih mudah untuk kelinci minum, lebih mudah kelinci bersihkan, dan tidak tersumbat.

Ingatlah untuk mengganti air untuk kelinci setiap hari dan bersihkan mangkuknya secara teratur.

9. Kelinci bersifat “crepuscular”

Banyak orang mengira kelinci adalah hewan nokturnal, atau yang tidur di siang hari dan aktif di malam hari. Faktanya tidak demikian.

Tapi kelinci juga bukan diurnal yang tidur di malam hari dan aktif di siang hari seperti manusia.

Kelinci masuk dalam golongan crepuscular atau paling aktif saat senja dan fajar.

10. Kelinci mengekspresikan kebahagiaan melalui ‘binky’

Ketika merasa bahagia, kelinci membuat ekspresi yang biasa beristilah binky.

Ketika melakukan binky, kelinci melompat ke udara dan memutar kepala dan tubuh ke arah yang berlawanan, baik dari berdiri diam atau berlari.

Jentikan cepat kepala dan telinga disebut half-binky yang juga merupakan tanda keceriaan.

Binky adalah cara kelinci memberi tahu bahwa mereka cukup puas dengan kehidupan mereka secara umum.

11. Kelinci sangat higienis

Kelinci sangat higienis dan suka membersihkan tubuhnya (dengan menjilati bulu) sama seperti kucing.

Hal ini berarti kelinci umumnya tidak perlu dimandikan oleh pemiliknya seperti hewan peliharaan lainnya.

12. Kelinci tidak bisa muntah

Sistem pencernaan kelinci tidak bergerak secara terbalik, artinya kelinci tidak bisa muntah.

Dalam konteks bulu yang tertelan setelah membersihkan tubuhnya, kelinci menanganinya dengan memakan banyak serat, sehingga memungkinkan bulu keluar melalui saluran pencernaan.

13. Kelinci butuh banyak olahraga

Kelinci membutuhkan banyak ruang untuk berolahraga.

Menyediakan lingkungan yang aman di mana mereka dapat berlari, melompat, menggali, bersembunyi, berdiri dan berbaring memungkinkan kelinci untuk berperilaku seperti di alam liar.

Kelinci muda yang tidak memiliki cukup ruang lebih rentan mengalami patah tulang.

Hal ini karena ruang yang terbatas memberikan sedikit kesempatan bagi kelinci untuk melatih tubuh secara memadai.

Rumah kelinci harus cukup besar agar mereka dapat melakukan tiga lompatan dan meregangkan tubuh sepenuhnya.

Untuk kebanyakan kelinci ini berarti kandang harus memiliki panjang setidaknya 180 cm dan tinggi 60 cm.

14. Telinga kelinci memiliki banyak kegunaan

Kelinci terkenal karena ukuran telinganya yang besar, jadi tidak mengherankan jika pendengaran mereka amatlah baik.

Bentuk unik telinga kelinci dan kemampuan untuk berputar 180 derajat berarti mereka dapat menentukan lokasi suara dengan tepat.

Telinga juga penting untuk mengatur suhu tubuh. Kelinci tidak bisa berkeringat dan tidak terengah-engah seperti anjing agar tetap dingin.

Sebagai gantinya, mereka menggunakan area permukaan telinga yang besar untuk memancarkan panas berlebih.

Namun, hal ini tidak selalu efektif, jadi pemilik harus menyediakan tempat yang sejuk dan teduh agar kelinci bisa menghindar dari cuaca panas.

15. Bayi kelinci lahir dengan mata tertutup

Kelinci lahir dengan mata tertutup. Begitu terbuka, mata mereka memiliki penglihatan 360 derajat.

Itu sebab, meskipun sudah mengendap-endap akan sulit untuk menangkap kelinci karena mereka bisa melihat ke segala arah.

Hewan ini memiliki titik buta kecil tepat di depan wajah mereka.

16. Kelinci sangat cepat

Kelinci dapat bergerak dengan kecepatan sekitar 29 km/jam. Kombinasikan ini dengan kemampuan untuk melompat antara ketinggian 1 meter hingga 1,5 meter dan lebih dari 2,5 meter secara horizontal.