8 Hewan Yang Sudah Punah

8 Hewan Yang Sudah Punah – Hewan, tentunya banyak sekali spesies dan juga jenis nya di dunia ini. Dari hewan melata, hewan reptile, hewan primata dll. Tentunya hewan juga menjadi kesatuan yang ada di bumi selain manusia dan juga tumbuhan. Maka dari itu kita harus menjaga flora dan fauna yang ada di bumi ini.

Tetapi banyak sekali manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Yang suka sekali memburu hewan berlebihan dan juga juga merusak hutan. Tentunya itu semua akan berefek pada manusia itu sendiri. Karena rusaknya sebuah ekosistem akan berdampai untuk semua yang ada di bumi, termasuk manusia.

8 Hewan Yang Sudah Punah

8 Hewan Yang Sudah Punah

Info lainnya : kooratna

Sampai-sampai ada banyak hewan yang sudah punah keberadaannya karena hal tersebut. Sangat di sayangkan sekali, padahal mereka semua juga termasuk bagian penting dari ekosistem alam. Tentunya kasihan untuk anak cucu kita yang tidak pernah melihat hewan tersebut. Maka dari itu stop untuk berburu secara berlebihan dan juga merusak hutan agar ekosistem alam berjalan dengan baik dan manusia pun dapat merasakan indah nya alam.

Tetapi yang lalu sudah lah beralalu, sekarang kita harus memulai kembali untuk menjaga alam. Untuk kali ini mungkin akan membahas beberapa hewan yang sudah punah dari bumi ini. Pastinya sangat kasihan melihat mereka sudah punah, tetapi sudah terlambat untuk menyesal. Langsung kita bahas aja yuk, sepertinya menarik dan juga untuk menambah wawasan kita.

Beberapa Hewan Yang Sudah Punah

1. Harimau Jawa

Seperti namanya, harimau Jawa atau harimau loreng merupakan karnivora terbesar yang pernah hidup di Pulau Jawa. Keberadaan hewan ini terakhir terlihat di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur pada tahun 1976. Harimau jawa secara ilmiah sudah dinyatakan punah sejak 1980-an oleh International Union for Conservation Nature (IU Seperti kurang baiknya dalam menangani konservasi membuat hewan eksotis ini punah. Selain itu, desakan manusia yang membuat pemukiman baru juga menyebabkan habitat hewan ini terus menghilang. Ditambah lagi, perburuan terhadap hewan ini secara masif membuat keberadaan harimau Jawa sudah semakin langka bahkan punah.

2. Quangga

Quagga (Equus Quagga Quagga) merupakan kerabat dekat dari kuda dan zebra. Hewan ini memliki tubuh berwarna coklat kekuningan dengan garis-garis hanya pada kepala, leher dan bahu. Sementara warna kaki pucat. Quagga adalah satwa endemik daerah gurun dari benua Afrika yang akhirnya punah di alam liar pada 1870-an. Quagga terakhir berada di kandang di sebuah kebun binatang di Inggris pada tahun 1880-an hingga akhirnya mati. Satwa cantik ini telah menjadi objek perburuan secara brutal oleh petani lokal maupun pemukim pendatang di Afrika Selatan untuk diambil daging dan kulitnya. Awalnya, Quagga ini hanya dianggap sebagai Zebra Burchell betina, atau zebra hasil kawin silang. Oleh karenanya, para pemburu tidak berhenti memburunya sampai akhirnya menyadari bahwa zebra ini adalah spesies tersendiri. Namun, semuanya sudah terlambat hingga akhirnya Quangga punah.

3. Sapi Laut Steller

Sapi laut atau Stellers Sea Cow merupakan mamalia herbivora yang berukuran besar. Nama mamalia ini berasal dari Jerman Georg Steller yang pertama kali melaporkan keberadaan hewan eksotis ini pada tahun 1741. Dipercaya, hewan ini bisa tumbuh hingga 8-9 meter dan beratnya bisa mencapa 8-10 ton. Habitat hewan ini berada di Kepulauan Commander, yang terletak di antara pulau Copper dan Bering, di antara Alaska dan Rusia. Hewan mamalia ini termasuk jinak dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan rumput laut. Namun, hewan ini tidak bisa bertahan karena keganasan manusia. Mamalia air raksasa berwajah seperti anjing laut dan berekor seperti lumba-lumba ini menjadi objek buruan hingga punah.

4. Monyet merah – Red Colobus Miss Waldron

Monyet berukuran sedang ini sudah dianggap punah sejak awal tahun 2000-an. Hewan ini hidup di perbatasan antara Ghana dengan Pantai Gading dan merupakan hewan yang unik karena tidak memiliki jempol. Hewan ini biasanya hidup secara bergerombol di atas kanopi pepohonan yang tinggi. Namun, mereka harus mengubah cara bertahan hidup karena penebangan hutan besar-besaran oleh manusa. Oleh karenanya, gerombolan mereka semakin mengecil. Hingga akhirnya mereka lebih lemah dalam menghadapi pemangsa di hutan. Mereka juga akhirnya punah disebabkan oleh kelemahan genetik akibat perkawinan sedarah.

5. Mamut

Mamut merupakan genus gajah purba dan merupakan hewan yang sudah punah. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada gajah normal yang saat ini ada di dunia. Makhluk ini memiliki tinggi lebih dari 4 meter dan beratnya bisa lebih dari 6 ton. Mereka berbulu dan taring melengkung bisa tumbuh mencapai panjang 5 meter. Hewan yang sudah punah ini sudah tidak ada di Bumi akibat perburuan oleh manusia dan hilangnya habitat mereka melalui perubahan iklim. Populasi mamut berbulu terakhir yang terisolasi diyakini telah menghilang dari Pulau Wrangel di Samudra Arktik sekitar tahun 1700 SM. Mereka hidup dalam masa Pleistosen sejak 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu.

6. Bison Kaukasia

Bison Bonasus Caucasicus merupakan subspesies bison Eropa yang habitatnya berada di pegunungan Kaukasus yang memanjang di Eropa Timur pada abad ke-17. Habitat satwa besar in berada di kawasan luas area Kaukasus Barat. Saat manusia mulai banyak bermukim di sekitar habitatnya di abad ke-19, populasinya berkurang hingga tersisa sepersepuluh dari jumlahnya pada 2 abad sebelumnya. Pada tahun 1860, diketahui bahwa populasinya masih ada sekitar 2000-an. Namun, pada tahun 1917 jumlahnya drastis dan hanya tersisa 500-an, lalu berkurang lagi di tahun 1921 menjadi 50-an saja. Meski begitu, perburuan terhadap hewan ini tak berhenti yang akhirnya 3 bison terakhir ditembak mati pada tahun 1927.

Artikel ini didukung oleh : https://juarampo.co/

7. Serigala Falkland

Serigala Kepulauan Falkland (Dusicyon Australis) merupakan satu-satunya hewan mamalia darat asli Kepulauan Falkland, atau Kepulauan Malvinas. Malvins merupakan kawasan terpencil 500 km di sebelah timur daratan Argentina. Serigala Falkland memiliki bulu berwarna kuning kecokelatan dan ujung ekornya berwarna putih. Pada tahun 1876 satwa terakhirnya ditemukan mati di kawasan barat Kepulauan Falkand. Spesies ini merupakan satu-satunya spesies modern yang masuk dalam genus Duscyon. Genus ini adalah genus yang paling dekat dengan hewan seperti Lycalopex, termasuk Culpeo, yang dibawa ke Kepulauan Falkland pada zaman modern.