Jenis-jenis Monyet Indonesia Yang Terancam Punah

Jenis-jenis Monyet Indonesia Yang Terancam Punah

Jenis-jenis Monyet Indonesia Yang Terancam Punah – Masyarakat indonesia pastinya sudah akrab dengan spesies binatang satu ini, binatang yang menjadi maskot tempat hiburan keluarga ini ternyata memiliki cukup banyak jenis.

Artikel ini di dukung oleh : https://juarampo.co/

Terdapat cukup banyak jenis monyet yang ada di seluruh dunia saat ini. Namun spesies primati ini terancam punah dan setengahnya berada dalam angka kritis karena penurunan populasi yang tajam menurut penelitian yang Paul Garber lakukan. Meningkatnya jumlah populasi manusia, menjadi salah satu penyebab terancam punahnya spesies ini. Kehilangan habitat karena illegal logging yang penyebab utama dari pertambangan, pertanian, perburuan, jual beli hewan, dan iklim yang berubah-ubah menjadi alasan utama penururnan spesies secara cepat.

Indonesia merupakan negata yang terkenal dengan tropisnya yang kaya akan biodiversitas. Selain itu Indonesia merupakan rumah bagi 12% mamalia yang ada pada dunia. Namun Indonesia selalu memiliki permasalahan terkait hutan. Permasalah hutan yang tidak pernah usai ini menyebabkan banyak dampak spesies binatang yang terancam punah. Spesies monyet pun tidak luput dari ancaman ini.

Jenis-jenis Monyet

Banyak jenis monyet yang tersebar ke seluruh penjuru dunia yang memiliki wajah yang cukup unik dan menarik. Namun beberapa dari mereka terancam kepunahannya. Berikut ini adalah beberapa jenis monyet yang sudah terangkum dari berbagai sumber :

Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : kooratna

1. Miller’s Grizzled Langur

Miller’s Grizzled Langur yang banyak masyarakat Indonesia menyebutnya dengan Lutung Banggat, ternyata jenis monyet ini berasal dari Indonesia tepatnya dari Kalimantan. Karena populasinya yang menurun, menemukan keberadaanya cukup sulit, sampai pernah monyet ini dikabarkan terlah punah sampai menemukannya kembali pada bulan Juni 2011.

Karena perbuatan illegal loging dan berburuan liar monyet ini kehilangan habitatnya yang menyebabkan terancam kepunahannya. Pada skitar tahun 1990-an satwa ini sempat mendapatkan laporan adanya perburuan secara besar-besaran. Pelaku dari perburuan ini ternyata adalah masyarakat sekitar, karena menganggap kandungan empedu milik lutung banggat memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan.

2. Black Yaki

Black Yaki yang banyak masyarakat Indonesia sebut sebagai Monyet Yaki. Salah satu jenis monyet yang berasal dari Indoensia, tepatnya berasal dari Sulawesi Utara. Monyet ini memiliki ciri yang khas yaitu tubuh dan rambut yang berwarna hitam legam dan rambutnya yang jambul.

Ukuran tubuhnya pun, monyet Yaki cukup besar apabila membandingkannya dengan monyet yang berasal dari Sulawesi lainnya, karena monyet ini memiliki berat sekitar 7-15 kilogram. Illegal loging dan perburuan liar juga menjadi penyebab utama terancamnya populasi monyet yaki. Karena pada saat menjelang perayaan natal dan tahun baru, permintaan daging monyet yaki meningkat.

3. Simakobu

Simakobu yang memiliki nama lokal sebagai Monyet Ekor Babi. Monyet ini juga merupakan salah satu jenis monyet yang berasal dari Indonesia, tepatnya pada Pulau Mentawai. Ternyata monyet ini hidup berkelompok keluarga yang terdiri dari 1 jantan, 1 betina atau lebih, dan beberapa anak.

Monyet ekor babi jantan mampu mengeluarkan suara keras yang bisa terdengan sampai jarak 500 meter. Monyet ini memiliki ekor seperti babi dengan panjang kurang lebih 15 cm.

4. Tarsius

Tarsius kerdil merupakan monyet mungil yang berasal dari Sulawesi Tengah. Panjang tubuh monyet ini hanya sekitar 15 cm dengan berat hanya sekitar 80 gram. Ciri unik tarsius yang lain adalah ukuran matanya yang sangat besar. Ukuran matanya lebih besar ketimbang ukuran otaknya.

Selain itu kepala tarsius juga dapat berputar 180 derajat seperti burung hantu. Sehingga tarsius juga dijuluki dengan binatang hantu atau monyet hantu. Monyet ini dapat melompat sejauh 3 meter dari satu pohon ke pohon lainnya. Tepat 80 tahun setelah dinyatakan punah, namun pada tahun 2008 monyet ini kembali ditemukan.

5. Kekah Natuna

Kekah Natuna merupakan satwa langka yang berasal darai Pulau Natuna yang memiliki nama lain Monyet Daun. Monyet Kekah Natuna tersebar di beberapa habitat dan ketinggian. Namun sayangnya belum ada daerah konservasi di kepulauan ini, sehingga keterancaman punahnya populasi ini semakin tinggi. Karena morfologinya yang lucu, banyak yang melakukan perburuan untuk dipelihara dan dikoleksi.

Hal ini karena tingginya permintaan pasar dan harga jual spesies ini, namun keteledoran sang pemelihara dalam memberikan makan menyebabkan kekah Natuna ini mati pada prosesnya. Selain itu kekah natuna merupakan spesies yang gampang stres dan tertekan.

6. Javan Gibbon

Javan Gibbon atau Owa Jawa merupakan primata endemik Pulau Jawa. Monyet ini tidak memiliki ekor, berkepala kecil, beralis putih, wajah bewarna hitam, berambut tebal warna abu-abu seluruh tubuh dan memiliki bantalan duduk. Distribusi Owa Jawa sendiri kini terpusat di taman nasional dan hutan lindung.

Nah, itu lah spesies monyet asal Indonesia yang terancam punah. Yuk, bersama lindungi alam untuk membantu kepunahan monyet-monyet ini.

7. Proboscis

Proboscis atau masyarakat mengenalnya dengan sebutan Monyet Bekantan yang menjadi maskot Dufan. Ternyata monyet jenis ini banyak juga yang menyebutnya sebagai monyet tertampan karena dia suka mandi. Kakinya yang berselaput ini jadi bukti kalau dia adalah perenang yang handal. Monyet ini ada di Kalimantan, Indonesia, lho. Jenis monyet itu juga terkenal karena hidungnya yang besar dan panjang yang dimiliki oleh monyet-monyet jantan. Yang lucu, kalau mau makan, nih monyet kudu mengangkat hidungnya dulu baru bisa menikmati makanannya.