Mengenal Jenis-jenis Hewan Amfibi

Mengenal Jenis-jenis Hewan Amfibi

Mengenal Jenis-jenis Hewan Amfibi – Sebagian besar warga Indonesia memanglah belum terkenal dengan hewan peliharaan amfibi yang mempunyai penampilan yang menggelikan sekalian menakutkan.

Artikel ini di dukung oleh : https://juarampo.co/

Tetapi, terdapat sebagian tipe hewan amfibi yang sangat populer pada golongan para pecinta hewan karena mempunyai wujud yang menarik. Tidak hanya itu, memelihara hewan amfibi terbilang sangat gampang serta tidak menyita banyak waktu. Hewan amfibi hadapi proses metamorfosis yang mana mempunyai wujud berubah- ubah pada tiap fase hidupnya, mulai dari telur sampai berusia. Sebagian hewan amfibi bernapas lewat kulit serta yang lain bernapas dengan paru- paru.

Kulit hewan unik yang satu ini wajib senantiasa basah serta terpelihara kelembapannya supaya sanggup meresap oksigen. Bagi Mistar, dalam Panduan Lapangan Amfibi Kawasan Ekosistem Leuser tahun 2003, amfibi tercantum hewan poikiloterm (berdarah dingin) yang rentan terhadap pergantian cuaca.

Jenis-jenis Hewan Amfibi

Berikut adalah sepuluh jenis hewan amfibi yang sudah terangkum dari berbagai sumber :

Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : kooratna

1. Kodok (Buso sp)

Pasti kalian telah tidak asing lagi dengan kodok yang satu ini kan? Hewan yang mempunyai nama latin Buso sp ini merupakan salah satu tipe hewan amfibi ini dapat kalian jumpai pada sawah, got, sungai, rawa, serta tempat yang lain. Selain itu kodok mempunyai kuku serta selaput pada kakinya yang berguna buat berenang saat berada dalam air. Namun kaki kodok yang panjang buatnya mempunyai keahlian buat melompat dengan jarak yang jauh.

Hewan amfibi ini mempunyai warna yang hitam, semacam gelap serta kecokelatan dan hidup pada permukaan tanah. Seperti itu kenapa kodok diucap selaku hewan amfibi. Tidak cuma itu, kodok mempunyai lendir yang bercaun pada bagian kulitnya yang agresif.

2. Katak sawah (Rana sp)

Tipe katak yang satu ini mempunyai dimensi badan yang lebih kecil dari kodok. Hewan amfibi ini kerap menemuinya pada sawah yang tergenang air. Katak mempunyai kaki serta berselaput yang buatnya lihai berenang. Selain itu kulit katak sangat licin serta mempunyai warna yang tidak mencolok. Walaupun katak mempunyai kulit yang licin, tetapi lendir yang katak miliki tidak beracun semacam kodok.

Katak bernafas dengan insang saat masih jadi kecebong, tetapi pada saat berusia dia memakai sistem pernafasan invertebrate. Santapan kesukaan katak merupakan serangga kecil yang terdapat pada tepian sawah.

3. Katak Tumbuhan (Hyla sp)

Katak tumbuhan mempunyai dimensi badan yang lebih kecil dari katak sawah serta kodok. Warna dari katak tumbuhan ini sangat mencolok serta mempunyai lendir yang beracun. Hewan amfibi ini memakai juluran lidahnya buat memakan serangga kecil.

Kaki katak sudah dilengkapi dengan bantalan yang dapat buatnya melompat sepanjang bisa jadi dari satu tumbuhan ke tumbuhan yang lain. Katak tumbuhan ialah contoh hewan yang mempunyai metamorfosis sempurna.

4. Salamander (Salamander sp)

Salamander terkenal dengan wujud badannya yang mirip semacam cicak. Selain itu Salamander dapat kalian temui pada habitatnya yang lembab, semacam rawa. Sama halnya dengan cicak, salamander hendak mematahkan sebagian badannya bila merasa terancam.

Namun tipe hewan amfibi yang satu ini tercantum ke dalam anggota kelompok hewan ovovivipar, yang mana hewan yang bisa melahirkan serta pula menyusui. Salamander pula lebih kerap menghabiskan waktunya di dalam air.

5. Sesilia/ Apoda (Caecilia sp)

Kemudian hewan yang satu ini tercantum ke dalam kalangan hewan amfibi yang sangat jarang. Sesilia mempunyai wujud yang panjang semacam ular, cuma saja ukurannya lebih kecil serta menggemari tempat yang lembab. Tidak heran sebab wujudnya yang mirip, banyak yang menyangka hewan sesilia merupakan tipe cacing ataupun anak ular.

6. Axolotl (Ambystoma mexicanum)

Kemudian hewan amfibi berikutnya merupakan axoloti, yang mana hewan amfibi yang satu ini banyak menghabiskan waktunya terletak dalam air. Wujudnya yang mirip tidak sering membuat Axolotl selaku salamander Meksiko. Banyak pecinta fauna yang menjadikannya selaku hewan peliharaan, sebab hewan ini bercorak putih serta mempunyai wujud yang imut serta lucu.

7. Diplocaulus

Selanjutnya ada Diplocaulus ialah salah satu hewan amfibi yang terdapat pada era purba. Bagi para ilmuwan, tipe hewan ini tercantum kelompok hewan pemakan ikan. Diplocaulus menyamai kadal air besar dengan badan rendah serta lembek, kulit berdahak, serta ekor semacam dayung buat bergerak lewat air rawa yang tergenang.

8. Common Mudpuppy (Necturus maculosus)

Hewan ini jadi salah satu tipe hewan yang terletak di bagian timur laut Amerika Serikat. Selain itu, hewan endemik ini pula banyak ditemui di daerah Kanada serta menggemari tempat yang lembab. Common Mudpuppy lebih suka bersembunyi di dalam air dengan kedalaman 90 kaki. Santapan dari hewan amfibi ini merupakan serangga, telur ikan, serta yang lain yang membuat dia sanggup bertahan hidup sampai 20 tahun.

9. Olm (Proteus anguinus)

Olm dengan nama latin Proteus Anguinus berasal dari daerah Eropa Selatan serta banyak menemuinya pada perairan tanah berkapus. Hewan amfibi ini mempunyai warna kulit yang khas, ialah bercorak merah muda sama halnya semacam kulit manusia di kawasan Eropa.

10. Purple Frog (Nasikabatrachus sahyadrensis)

Purple frog ialah hewan asal India dengan warna kulit yang cenderung bercorak ungu. Namun katak tipe ini diketahui selaku hewan yang suka bersuara sama halnya semacam ayam. Selain itu hewan amfibi ini kerap menghabiskan waktunya dengan berdiam di dalam tanah serta hendak timbul ke permukaan dikala masa kawin saja.