Fakta-fakta Menarik Seputar Komodo

Fakta-fakta Menarik Seputar Komodo

Fakta-fakta Menarik Seputar Komodo – Bagi kalian pecinta hewan khususnya jenis reptil pasti kalian sudah tahu tentang Komodo. Mungkin beberapa dari kalian sudah akrab dengan hewan yang satu ini. Komodo merupakan hewan salah satu dari hewan purba yang masih ada hanya di Indoensia dan masih terjaga hingga saat ini. Nasib dari reptil ini juga terancam kepunahannya.

Artikel ini di dukung oleh : https://juarampo.co/

Komodo atau dalam bahasa latin Varanus Komodoensis adalah spesies reptil besar yang terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami pada Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penduduk setempat menyebut komodo dengan sebutan Ora. Nmaa lain dari komodo adalah buaya darat, meskipun komodo tidak termasuk dalam spesies buaya. Komodo merupakan spesies terbesar dari keluarga reptil Varanidae, sekaligus kadal terbesar di dunia. Dengan panjang 2-3 meter dan beratnya yang bisa mencapai 100kg. Komodo merupakan pemangsa puncak pada habitatnya karena sejauh ini tidak diketahui adanya hewan karnivora besar lain selai biawak ini pada geografisnya.

Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka  menjadi salahs atu hewan yang cukup terkenal pada seluruh masyarakat dunia. Sekarang habitat komodo yang sesungguhnya telah menyusut akibat aktivitas manusia. Sehingga lembaga IUCN memasukan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak komodo juga telah pemerintah tetapkan sebagai salah satu hewan yang dilindungi dan habitatnya menjadi taman nasional, yakni Taman Nasional Komodo. Yang bertujuan untuk melindungi komodo dari tingkat kepunahan yang tinggi.

Fakta Menarik Komodo

Ada banyaj fakta menarik dari hewan dengan nama latin Varanus Komodoensis ini. Langsung saja mari kita bahas beberapa fakta menarik seputar repit terbesar berikut ini :

Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : kooratna

1. Kadal Terbesar di Dunia

Komodo merupakan jenis kadal terbesar dan tertinggi. Memiliki nama latin Varanus Komodoensis, jika melihar dari fisiknya untuk komodo jantan yang memiliki berat yang lebih besar apabila membandingkannya dengan komodo betina.

Karena badannya yang besar, komodo memiliki pergerakan yang lambat yaitu sekitar 9-12 km per jam. Akan tetapi dalam kondisi terancam atau takut, mereka dapat lari hingga kecepatan 19 km per jam.

2. Komodo Senang Bermain

Meskipun penampakannya terlihat bias dan menyeramkan. Akan tetapi komodo suka bermain. Indivita yang bahagia terlihat dari bermain dengan sekop dan sepatu. Cara individu berinteraksi dengan objek terbukti tanpa agresi atau motivasi untuk makan dan dapat menganggapnya sebagai bermain.

3. Memiliki Kelenjar Racun

Fisik yang komodo miliki terbilang khasm yang mana memiliki kulit bersisik, kepala yang panjang hingga rata ke bagian badan, kaki bengkok, dan moncong atau mulut yang memanjang ke depan.

Pada bagian bawah moncong atau rahang, rupanya terdapat kelenjar racun. Ini adalah penyebab manusia yang terkena gigitan dari komod0 bisa mengalami penurunan tekanan darah hingga pembekuan darah. Meski luka akibat gigitan komodo tidak terlalu parah tapi racun yang menyebar lewat luka gigiran sanggup membuat hewan maupun manusia kehilangan banyak darah, kelumpuhan, kerusakan jaringan, dengan rasa sakit yang luar biasa sebelum akhirnya ambruk ke tanah dan jadi santapan komodo.

4. Bisa Menjadi Hewan Kanibal

Komodo adalah hewan pemakan daging alias karnivora. Bukan hanya memangsa hewan lain, komodo juga tidak segan membongkar makam manusia dan memakan jenazah yang mereka kubur. Komodo memang bukanlah hewan yang ramah, bahkan untuk jenis mereka sendiri.

Seekor komodo dewasa bisa saja menyerang dan memakan komodo yang lebih kecil jika mereka sedang lapar. Dan yang lebih parahnya adalah komodo dewasa juga tidak segan untuk memakan bayi mereka sendiri saat baru lahir.

5. Anak Komodo Suka Bersembunyi

Karena kebiasaan saling memakan satu sama lain, biasanya bayi atau komodo yang lebih muda akab kabur sejauh mungkin dari komodo dewasa. Berbeda dengan komodo dewasa, komodo yang masih muda bisa memanjat pohon dan bersembunyi pada atas pohon dan baru akan turun setelah usianya 4 tahun. Cara lainnya adalah dengan berguling pada kotoran mereka atau kotoran milik komodo lain. Ini dilakukan untuk menyamarkan bau tubuhnya dari komodo dewasa.

6. Keturunan Dinosaurus

Perkembangan evolusi komodo mulai dari genis Varanus, yang muncul di Asia sekitar 40 juta tahun yang lalu yang kemudian bermigrasi ke Australia. Sekitar 15 juta tahun yang lalu. Biawak komodo diyakini bervolusi dari nenek moyang Australia pada sekitar 4 juta tahun yang lalu, kemudian meyebrang dan menyebar ke timur hingga sejauh Pulau Timor. Perubahan ketinggian pemukaan laut semenjak jaman es telah menyebabkan spesies komodo berkurang dari sekarang hanya dapat menemuinya pada beberpa Pulau saja

Komodo merupakan keturunan dinosaurus, Pernyataan ini bukan omong kosong belaka, ahli paleontologi dan ilmuwan sudah banyak menemukan kesamaan DNA pada tubuh komodo dan dinosaurus.

7. Bisa Berkembang Biak Tanpa Pejantan

Berbeda dengan kebanyakan hewan lainnya, komodo betina tidak memerlukan komodo jantan untuk bisa bereproduksi. Komodo betina bisa tetap bertelur melalui proses partenogenesis di mana sel telur akan saling membuahi satu sama lain. Bukan hanya tidak memerlukan komodo jantan, beberapa komodo betina bahkan tidak pernah hidup bersama komodo jantan.