Fakta Menarik Dan Unik Dari Hewan Serigala

Fakta Menarik Dan Unik Dari Hewan Serigala – Serigala, hewan yang terkenal dengan aumannya yang menyeramkan. Hewan ini merupakan hewan berkelompok yang terkenal akan kesetia kawanannya. Musuh alami dari Singa ini juga banyak sekali membuat keributan di tengah hutan, karena mereka selalu berburu secara berkelompok. Serigala ini bisa hidup dalam medan apapun, karena terbukti pada setiap benua pun pasti ada hewan yang satu ini.

Fakta Menarik Dan Unik Dari Hewan Serigala

Fakta Menarik Dan Unik Dari Hewan Serigala

Info lainnya : kooratna

Memiliki otot yang besar, gigi yang tajam serta cengkraman yang kuat dan juga cakar yang tajam tentunya membuat hewan ini sangat mudah untuk membunuh mangsanya. Walaupun terdengan bengis tetapi hewan ini bukanlah hewan yang rakus dan juga bukan hewan yang aggresive. Mereka hanya akan berburu ketika mereka lapar dan tidak akan mengganggu kalau mereka tidak merasa terancam.

Nahh seperti nya menarik kalau kita membahas hewan serigala ini. Yuk langsung kita simak aja nih.

Fakta Menarik Dari Serigala

1. Serigala memiliki beberapa spesies dan subspesies

Dilansir dari Living With Wolves, serigala memiliki cukup banyak spesies dan subspesies di alam liar. Beberapa subspesies tersebut muncul karena evolusi mikro yang terjadi pada spesies serigala dalam kurun waktu yang cukup lama.

Adanya perbedaan kondisi di alam menjadi salah satu penyebab mengapa serigala berevolusi dan mengalami spesiasi di alam liar. Biasanya perbedaan subspesies pada beberapa jenis serigala terdapat pada ukuran tubuh, warna bulu, mata, dan beberapa hal minor lainnya.

Beberapa spesies dan subspesies serigala di dunia, antara lain:

  • Abu-abu (Canis lupus), penyebaran habitatnya terdapat di Amerika Utara. Meskipun dinamakan serigala abu-abu, namun mereka juga dapat memiliki warna merah, hitam, dan putih.
  • Arktik (Canis lupus arctos), habitatnya di daerah dingin seperti Kutub Utara, Greenland, dan Kanada.
  • Merah (Canis rufus), memiliki habitat di beberapa daerah Amerika Serikat, dan saat ini menjadi salah satu spesies serigala yang dilindungi.
  • India (Canis lupus pallipes), dengan penyebaran di beberapa hutan dan pegunungan India.
  • Himalaya (Canis himalayensis), dapat ditemukan di India, Nepal, dan pegunungan Himalaya.
  • Ethiopia (Canis simensis), hanya ditemukan di beberapa daerah Afrika, dan statusnya dinyatakan hampir punah.
  • Timur (Canis lupus lycaon), tersebar di Kanada dan beberapa wilayah Amerika Serikat.

2. Serigala hidup secara berkelompok dengan solidaritas yang tinggi

Serigala merupakan hewan yang hidup berkelompok dengan, jumlah anggota sekitar 20 ekor. Karena hidup berkelompok, mereka juga akan mencari mangsa bersama-sama.

Tak hanya itu saja, serigala juga termasuk hewan yang memiliki solidaritas yang tinggi. Artinya, saat ada salah satu anggota kelompoknya sakit, maka anggota kelompok lain akan merawatnya dengan mencarikan makan dan menjaga hingga kondisinya pulih.

3. Memiliki sistem sosial yaitu hierarki

Layaknya manusia yang juga hidup berkelompok dan memiliki struktur sosial, serigala juga memiliki sistem sosial yaitu sistem hirrarki.

Hierarki ini merupakan aturan kepemimpinan dari atas ke bawah. Sistem ini terus diberlakukan, karena serigala memiliki warisan genetik sebagai suatu spesies yang hidup dalam keluarga besar.

Dengan hidup bersama keluaga besarnya, maka serigala akan lebih aman untuk bertahan hidup di alam liar.

4. Serigala adalah hewan monogami

Hewan monogami ini memiliki ciri khas setia dengan satu pasangan sampai akhir hidupnya. Hewan yang menerapkan prinsip ini salah satunya adalah serigala.

Dilansir dari Live Science, cara monogami yang dilakukan oleh serigala adalah salah satu kunci keselamatan spesies dalam proses evolusi.

Dalam dunia evolusi menyatakan bahwa seleksi alam akan terjadi bagi siapa saja, yang tidak bisa cocok atau beradaptasi dengan baik di alam liar.

Dengan cara kawin secara monogami, serigala dapat mempertahankan keturunan yang murni dan kuat dari paparan penyakit di alam liar.

Cara monogami juga akan memudahkan kelompok sosial serigala dalam mengatur hierarki yang telah disepakati bersama. Serigala alfa (pemimpin) akan diikuti dan dijadikan contoh atau panutan bagi serigala-serigala lainnya.

5. Memiliki kecerdasan dan stamina yang luar biasa

Serigala juga termasuk hewan cerdas dan memiliki stamina yang kuat. Bahkan serigala termasuk hewan dengan kemampuan membuat strategi berburu di alam liar yang hebat.

Dalam membuat strategi berburu, serigala memiliki beberapa cara, yaitu dengan mengawasi, mengintimidasi, membuat mangsa kelelahan, dan akhirnya membunuh mangsanya.

Untuk bisa melakukan semua tahapan cara tersebut, dibutuhkan kecerdasan luar biasa di dalam dunia hewan. Serta dengan staminanya yang tinggi, membuat serigala bisa menerapkan strateginya dengan baik.

6. Serigala dikenal dengan indra pendengaran dan pengelihatan yang tajam

Bukan rahasia umum lagi bila serigala memiliki kemampuan pendengaran dan pengelihatan yang tajam. Bahkan indra pendengaran serigala bisa seratus kali lebih kuat dari manusia lho.

Sedangkan pada penglihatannya, serigala memiliki retina refleks yang sangat sensitif terhadap gerakan sehingga sangat berguna untuk berburu pada malam hari.

7. Bayi serigala terlahir dengan kondisi tuli dan buta

Seperti yang pernah ada pada beberapa penelitian sebelumnya, serigala memang terkenal dengan pengelihatan dan pendengaran yang tajam. Tetapi hewan ini tidak memilikinya begitu saja sesaat setelah lahir.

Bayi serigala yang baru lahir justru tidak memiliki kemapuan mendengar dan melihat, atau tuli dan buta. Untuk bisa mendapatkan pengelihatan dan pendengaran, serigala harus menunggu hingga usianya mencapai delapan bulan.

Karena itu, saat masih bayi atau kanak-kanak, hewan ini akan sangat bergantung dengan kelompoknya.

Serigala baru bisa ikut berburu setelah berusia di atas delapan bulan dengan pendengaran dan pengelihatan yang muncul dan semakin tajam.

8. Merupakan hewan yang terampil dalam komunikasi

Si Kecil mungkin telah mengetahui kebiasaan serigala yang suka melolong di malam hari, terutama di saat bulan purnama. Namun bertentangan dengan kepercayaan populer, kebiasaan ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan bulan.

Serigala yang melolong sebenarnya menyampaikan pesan jarak jauh ke serigala lain, yang mungkin dapat terdengar sampai jarak hingga 10 mil.

Melolong dapat membantu serigala mengumpulkan kawanan mereka, menemukan anggota kawanan yang hilang, atau mempertahankan wilayah, di antara tujuan lainnya.

Serigala juga membuat vokalisasi lain untuk berkomunikasi, seperti menggeram, menggonggong, merengek, dan merengek. Mereka juga menggunakan bahasa tubuh, termasuk kontak mata, ekspresi wajah, dan postur tubuh.

Ekspresi wajah dapat berguna saat berburu, seperti “sinyal tatapan”. Ini membantu serigala berkoordinasi selama perburuan kelompok tanpa mengeluarkan suara yang akan memperingatkan mangsanya.

Indera penciuman serigala yang kuat juga memainkan peran kunci dalam komunikasi mereka.

Ini memungkinkan mereka berbagi informasi melalui berbagai jenis penandaan aroma, termasuk buang air kecil dengan kaki terangkat, buang air kecil jongkok, buang air besar, dan menggaruk.

Artikel ini didukung oleh : https://juarampo.co/

9. Serigala membantu menjaga dan mengatur ekosistem dengan baik

Seperti banyak predator puncak, serigala memainkan peran ekologis penting di habitat mereka. Contohnya ketika di tahun 1920 di mana serigala abu-abu asli di musnahkan di Taman Nasional Yellowstone.

Kondisi ini awalnya dipandang sebagai keuntungan, namun hilangnya serigala berdampak pada meledaknya populasi rusa taman. Tanpa serigala untuk mengurangi jumlah rusa, kawanan rusa Yellowstone ini tumbuh secara berkelanjutan.

Mereka memakan pohon aspen muda terlalu cepat, sehingga sulit untuk tumbuh kembali, memakan sumber makanan yang mereka butuhkan oleh spesies lain, dan menghabiskan vegetasi penting di sepanjang tepi sungai dan lahan basah, sehingga meningkatkan erosi.