Hewan Cacing Yang Sangat Berbahaya Untuk Manusia

Hewan Cacing Yang Sangat Berbahaya Untuk Manusia – Bagi kalian yang tidak suka dengan hewan melata tentunya pasti sangat jijik melihat cacing. Karena memiliki tubuh yang kenyal dan juga hidup di tempat yang jorok. Pada beberapa jenis cacing ternyata ada yang sangat berbahaya untuk manusia. Bukan karena memiliki racun ataupun bisa menyerang dengan fisik yang kuat. Tetapi dengan menggunakan sistem parasi atau menyimpan telur pada tubuh kita yang bisa merusak organ dalam tubuh kita dan tentunya sangat berbaya sekali.

Hewan Cacing Yang Sangat Berbahaya Untuk Manusia

Hewan Cacing Yang Sangat Berbahaya Untuk Manusia

Info lainnya : kooratna 

Karena cacing-cacing ini memiliki fisik yang terbilang kecil, tentunya bisa masuk dari manapun. Salah satunya adalah dari bahan makanan yang tidak termasak dengan matang, dari lingkungan dan juga bisa dari kegiatan juga yang jorok. Tetunya hal ini membuat kita harus was-was ketika ingin beraktivitas.

Kali ini akan membahas beberapa cacing yang sayang berbahaya untuk manusia tentunya. Yuk langsung kalian simak.

Cacing Yang Berbahaya Untuk Manusia

1. Cacing pita

Cacing pita juga dikenal dengan nama Cestodes. Salah satu spesies cacing pita yang dapat menginfeksi manusia adalah Taenia saginata. Memiliki tubuh yang bertekstur rata, menyerupai pita, dan memiliki ruas-ruas pada tubuhnya. Selain itu, panjang cacing pita dewasa bisa mencapai 25 meter dan hidup dalam rentang waktu 30 tahun.

Konsumsi makanan atau air yang mengandung larva atau telur cacing pita dapat menyebabkan terjadinya infeksi cacing pita. Cacing pita juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi daging seperti sapi, babi, atau ikan yang tidak masak hingga matang.

Di dalam tubuh penderita infeksi usus akibat cacing pita, bagian kepala cacing pita akan menempel pada dinding usus, sementara bagian tubuhnya terus bertambah panjang dan memproduksi telur.

Umumnya infeksi usus akibat cacing pita tergolong ringan. Meski demikian, infeksi cacing yang bermigrasi keluar dari saluran pencernaan dapat memicu komplikasi yang lebih berbahaya.

2. Cacing pipih

Cacing pipih memiliki lebih dari 25.000 spesies dan beberapa di antaranya bisa menyebabkan infeksi cacing pipih pada manusia. Salah satu jenis cacing pipih yang menyebabkan infeksi adalah Schistosoma. Infeksi yang tersebabkan jenis cacing ini adalah skistosomiasis.

Cacing penyebab skistosomiasis hidup di air tawar, seperti sungai, danau, dan kubangan. Selain dapat menginfeksi manusia, cacing penyebab skistosomiasis juga dapat menginfeksi hewan, seperti bekicot, siput, tikus, dan sapi.

Cacing Schistosoma bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit, misalnya ketika seseorang mandi atau berenang di danau atau sungai yang terkontaminasi cacing tersebut.

Selain itu, cacing ini juga bisa masuk ke dalam tubuh jika orang tersebut mengonsumsi air atau daging hewan yang terkontaminasi cacing Schistosoma.

3. Cacing tambang

Jika cacing tambang masuk ke dalam tubuh, maka akan menyebabkan infeksi cacing tambang. Terdapat dua jenis cacing tambang yang sering menyebabkan infeksi pada manusia, yaitu Ancylostoma duodenale dan Necator americanus.

Infeksi cacing tambang terjadi saat larva cacing masuk ke dalam tubuh setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Selain itu, infeksi ini juga bisa terjadi jika cacing tambang masuk ke dalam tubuh melalui kulit saat bersentuhan langsung dengan tanah yang terkontaminasi cacing tambang.

Gejala infeksi cacing tambang bisa bervariasi pada setiap orang. Pada beberapa orang dengan sistem imun yang baik, gejala infeksi cacing tambang terkadang tidak terlihat. Namun, jika cacing tambang menginfeksi kulit, biasanya akan muncul keluhan berupa ruam gatal yang berkelok- kelok pada tempat masuknya cacing. Infeksi cacing tambang pada kulit sering kita sebut dengan cutaneus larva migran.

4. Cacing kremi

Cacing kremi adalah infeksi parasit yang berukuran kecil, sekitar 2-13 mm, dan menyerang usus besar manusia. Penularan cacing kremi terjadi melalui sentuhan langsung dengan kulit atau benda yang terkontaminasi cacing kremi.

Di tubuh manusia, cacing kremi dapat berkembang biak dan menimbulkan gejala berupa gatal, nyeri, dan ruam pada anus. Ketika cacing kremi dalam tubuh seseorang terus bertambah banyak, hal itu dapat memicu komplikasi seperti infeksi saluran kemih atau radang vagina.

Penyebaran cacing kremi dapat terjadi melalui kontak langsung dengan seseorang atau benda yang terkontaminasi. Telur cacing kremi biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut, meski telur cacing juga bisa masuk ke dalam tubuh lewat hidung.

5. Cacing gelang

Cacing gelang adalah parasit yang hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Infeksi yang tersebabkan oleh Ascaris lumbricoides atau yang juga biasa kita sebut dengan cacing gelang adalah ascariasis. Ascariasis dapat ditemukan di mana saja, tetapi lebih sering terjadi di wilayah dengan fasilitas kebersihan yang kurang memadai.

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 10 persen populasi dunia terinfeksi cacing, dan paling banyak disebabkan oleh cacing gelang. Data tersebut juga menyebutkan, angka kematian akibat ascariasis berat diperkirakan mencapai 60 ribu orang tiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, kebanyakan adalah anak-anak.

Saat seseorang terinfeksi cacing gelang, penderita akan merasakan beberapa gejala-gejala, seperti sakit perut hebat, berat badan turun tanpa sebab, dan terasa seperti ada benjolan di tenggorokan. Selain itu, cacing dapat keluar dari tubuh melalui muntah, saat buang air besar, atau melalui lubang hidung.

Artikel ini didukung oleh : https://juarampo.co/

6. Cacing trikinosis

Trikinosis atau yang juga disebut dengan trichinellosis, merupakan infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia. Jenis cacing penyebab infeksi ini adalah spesies cacing yang disebut Trichinella.

Cacing Trichinella banyak ditemukan pada hewan-hewan liar pemakan daging seperti babi, rubah, anjing, serigala, kuda, dan beruang. Bila mengonsumsi daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi, maka manusia bisa terinfeksi trikinosis.

Saat seseorang baru saja terinfeksi, ada beberapa gejala yang bisa muncul, tetapi pada beberapa orang lainnya tidak merasakan gejala. Namun, satu minggu setelah terinfeksi, larva mulai memasuki jaringan otot dan biasanya gejala-gejalanya akan semakin jelas terasa.