Tips Memelihara Kura-Kura di Rumah

Tips Memelihara Kura-Kura di Rumah – Kura-kura adalah hewan unik yang memiliki cangkang di atas tubuh nya. Yang berfungsi untuk melindungi tubuh nya dari serangan predator. Hewan reptile yang satu ini tergolong tidak berbahaya tetapi juga memiliki gigitan yang kuat, tentunya kalian juga harus berhati-hati jika bertemu kura-kura di alam liar.
Tips Memelihara Kura-Kura di Rumah

Tips Memelihara Kura-Kura di Rumah

Info lainnya : kooratna

Salah satu kehebatan kura-kura adalah ia bisa memiliki umur yang sangat panjang. Banyak penelitian yang berpendapat tentang hal ini, tetapi hanya bisa mengklaim untuk kura-kura bisa berumur panjanga saja, untuk penyebab nya masih menjadi simpang siur. Banyak sekali penyataan tentang hal tersebut tetapi belum memiliki fakta 100%.
Keunikannya bukan hanya itu saja, hewan ini juga memiliki tubuh yang elegan dan juga bisa bersahabat dengan manusia. Tentunya hewan ini cocok juga untuk kalian pelihara. Tidak sedikti juga orang yang memilihara kura-kura, karena memang tidak begitu sulit untuk memeliharanya dan juga memiliki sikap yang friendly.
Nah kali ini akan ada pembahasan tentang bagaimana cara memelihara kura-kura di rumah yang baik dan benar.

Tips Memelihara Kura-Kura di Rumah

1. Perilaku dan Temperamen Kura-Kura

Kebanyakan kura-kura jinak dan cenderung pemalu. Namun, mereka cenderung tidak bisa akur jika dua jantan dimasukkan ke dalam satu kandang. Penempatan seperti ini sangat tidak disarankan, pasalnya, dua kura-kura jantan bisa menjadi agresif satu sama lain dan menyerang satu sama lain. Bahkan, perkelahian di antara mereka terkadang bisa mengakibatkan cedera serius. Sayangnya, kebanyakan kura-kura terlalu besar untuk dipegang saat dewasa, dan disarankan untuk tidak memegangnya terlalu sering saat mereka lebih kecil. Pasalnya ini dapat menyebabkan kura-kura stres, yang seringkali berujung pada penyakit jika situasi stres tersebut terus berlanjut. Kelemahan terbesar kura-kura peliharaan bagi kebanyakan orang adalah umurnya yang panjang. Kura-kura yang lebih besar, seperti sulcata, dapat hidup lebih dari 70 tahun, jadi kalian juga harus memiliki rencana untuk merawat kura-kura peliharaan di usia tua mereka.

2. Kandang yang Cocok untuk Kura-Kura

Banyak spesies kura-kura berukuran cukup besar dan membutuhkan kandang berukuran layak, dan sebaiknya diletakkan di luar ruangan. Karena pengaturan kandang yang disukai ini, kura-kura peliharaan paling cocok untuk daerah dengan iklim yang lebih sejuk. Bergantung pada suhu tempat asal kura-kura dan area tempat tinggal, mungkin perlu membawa kura-kura peliharaan ke dalam ruangan semalaman atau selama cuaca dingin. Pada kura-kura yang lebih besar dan membuatkannya kandang dalam ruangan bisa menjadi tantangan besar. Beberapa spesies juga perlu hibernasi untuk mencegahnya mengalami stres sehingga mereka membutuhkan kondisi lingkungan khusus.

Saat membuat kandang luar ruangan, kalian harus memastikannya kuat dan memasang pagar hingga ke bawah tanah, ini karena beberapa kura-kura gemar menggali. Kura-kura cukup kuat, terutama yang lebih besar, dan kandang yang tipis tidak akan menahannya untuk waktu yang lama. Beberapa kura-kura juga memanjat dengan sangat baik sehingga mereka mungkin membutuhkan kandang beratap. Juga sangat penting untuk memastikan kandang tersebut mencegah predator (termasuk anjing) masuk. Pastikan tidak ada bahaya di kandang, termasuk tanaman beracun. Sediakan air yang dangkal saja, tidak ada benda tajam, dan jangan sampai ada benda kecil berbahaya yang dapat termakan atau tertelan secara tidak sengaja. Selain itu, kebiasaan kura-kura yang gemar memanjat juga bisa mengakibatkan mereka terjungkal dan menjadi sesuatu yang harus dihindari. Sebagian besar kura-kura peliharaan juga membutuhkan tempat berlindung di luar ruangan seperti rumah anjing.

3. Kebutuhan Makanan dan Air untuk Kura-Kura

Kura-kura dapat menjadi hewan peliharaan yang menarik meskipun cukup menantang karena ukuran dan kebiasaan makannya. Makanannya bervariasi berdasarkan spesies, tetapi semua kura-kura peliharaan membutuhkan makanan yang cukup beragam dengan porsi yang perlu kalian perhatikan, terutama pada jumlah serat serta keseimbangan kalsium, dan fosfor di makanan mereka.

Beberapa spesies memiliki nafsu makan yang terbilang rakus dan juga membutuhkan makanan dalam jumlah besar. Sebelum memutuskan untuk memeliharanya, kalian harus memikirkan soal waktu penyiapan makanan sehari-hari dan biaya yang terkait dengan jumlah makanan yang mereka makan. Mengutip Pisces Pets Emporium, kalian perlu memberi makan makanan harian dengan porsi 85 persen sayuran berserat, 10 persen buah-buahan, dan 5 persen protein. Protein dapat terdiri dari cacing tanah, atau jangkrik. Protein adalah bagian penting dari makanan kura-kura muda, tetapi juga penting untuk tidak memberi makan terlalu banyak protein. Terlalu banyak protein dalam makanan dapat menyebabkan malnutrisi, pertumbuhan terhambat, pertumbuhan cangkang yang tidak tepat, dan dapat menyebabkan kematian kura-kura. Selain itu, kalsium adalah bagian yang sangat penting dari makanan kura-kura. Pastikan untuk menambahkan suplemen kalsium ke setiap makanan. Selain itu, suplemen bubuk dapat kalian taburkan di atas sayuran yang akan diberikan kepada kura-kura.

Artikel ini didukung oleh : https://juarampo.co/

4. Masalah Kesehatan yang Umum pada Kura-Kura

Seperti kebanyakan reptil, kura-kura rentan terhadap infeksi saluran pernapasan. Kura-kura peliharaan yang besar di alam liar lebih mungkin menderita infeksi saluran pernapasan, yang penyebabnya adalah kondisi tubuhnya yang tidak sehat. Kura-kura akan tampak lesu, kehilangan berat badan, dan mungkin menunjukkan lendir yang berlebihan di sekitar mulut dan saluran hidungnya. Tanda-tanda awal infeksi pernafasan termasuk mengi dan kura-kura menolak makanan yang diberikan. Infeksi saluran pernafasan biasanya diobati dengan antibiotik yang diberikan melalui suntikan.

Namun, ini membutuhkan diagnosis dari dokter hewan reptil yang berkualifikasi. Saat kura-kura menjalani perawatan untuk infeksi saluran pernapasan, kondisinya harus tetap hangat. Kura-kura juga rentan terhadap penyakit tulang metabolik, yang disebabkan oleh pola makan yang tidak memiliki cukup kalsium. Selain itu, seperti kebanyakan reptil, kura-kura perlu terkena radiasi ultraviolet A dan B (UVA / B) untuk dapat menyerap kalsium. Kura-kura di alam liar biasanya berjemur di bawah sinar matahari selama sebagian besar waktu bangun mereka untuk mendapatkan tingkat paparan UVA / B ini. Jika kura-kura tidak mendapatkan cukup kalsium, cangkangnya akan menunjukkan tanda-tandanya terlebih dahulu.

Jika kura-kura muda mengalaminya, cangkangnya mungkin tidak tumbuh dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sementara kura-kura yang lebih tua mungkin memiliki tulang yang lemah di kaki mereka, dan mengalami kesulitan berjalan, atau bahkan mengalami patah tulang. Penyakit tulang metabolik pada kura-kura untungnya dapat terobati, tetapi semakin lama bertahan, semakin kecil kemungkinan kura-kura untuk pulih. Dokter kemungkinan akan menyarankan diet tinggi kalsium dan lebih banyak paparan sinar matahari atau UV A / B. Selain itu, jika kalian melihat salah satu dari gejala ini, mungkin inilah saatnya mengunjungi dokter hewan:

  • Lebih banyak waktu kura-kura habiskan untuk bersembunyi di cangkang.
  • Makan atau minum lebih sedikit.
  • Penurunan berat badan.
  • Sendi terlihat bengkak.
  • Adanya kotoran dari mata, hidung, atau mulut.
  • Masalah pada cangkang, seperti cangkang berubah warna
  • Kotoran yang encer selama lebih dari dua hari.